Minggu, 28 Oktober 2012

SABIRIN LAMNO

Asmara Suboh 2 download
Dara Mutiara download
Gara-Gara Buntut download
Hutang Meulingka download
Korban PHK download
Misteri Rumoh Geudong download
Tunangan download

Sabtu, 27 Oktober 2012

JUNAIDA

Awan Puteh download
Bimbang download
Bingkai Meu Ukee download
Cinta Kau Balas Tuba download
Gadoh Meuthoen download
Kumbang Kelana download
Masih Adakah Rindu download
Rindu Bertilam Duka download
Rindu Keu Cut Bang download
Naseb Di Badan download
Rela Tak Rela download

Kamis, 25 Oktober 2012

SOPAN SOFYAN

Gaba Gaba Oen Ue Kuneng download
Hana Le Laen download
Janji Silanget download
Jasa Poma download
Kupendam Rasa download
Kupendam Rasa (slow) download
Lentera Cinta download
Madu Meuracoen download
Meuligo Cinta download
Mutiara download
Saboh Harapan download
Senang Hate download
Sibungong Pade download

Senin, 22 Oktober 2012


POLA PEMIMPIN DALAM ISLAM
Oleh : Drs. H. Ahmad Bangun Nst, MA

Alkisah di masa kejayaan Irak yang ketika itu dipimpin oleh Harun Al Rasyid, berkunjunglah seorang ulama besar bernama Shihab. Dalam jamuan tersebut Harun Al Rasyid meminta petunjuk tentang bagaimana cara memimpin Daerah Irak dengan baik. Lalu, sang Ulama tak segera menjawab, ia hanya mengajak Harun untuk berjalan mengelilingi Daerah di tengah gurun pasir nan tandus, di tengah hari pertama, di atas teriknya matahari, Harun pun kehausan, dan tak satupun tempat yang memiliki dan menyediakan air, lalu sang ulama pun bertanya, ya Raja, jika ada seseorang yang dapat memberikanmu air di tengah terik dan dahaga ini, apa yang akan kau berikan padanya?, lalu Harun-pun menjawab, aku akan memberikan separuh kekuasaanku di Irak ini.
Usailah perjalanan di hari pertama, lalu di hari kedua juga terjadi hal yang sama. Di tengah terik matahari dan haus dahaga, kembali sang ulama bertanya, ya raja, apakah yang akan kau berikan jika ada seseorang membawakanmu air di tengah dahaga ini?, lalu sang Raja-pun menjawab, aku akan memberikan separuh kekuasaanku di Irak ini. Sampai disitu, lalu sang ulama pun mengatakan, ya raja ada dua hal yang perlu kau ketahui, pertama, kau sudah menjual Irak ini hanya dengan dua gelas air untuk menghilangkan dahagamu, itu tertanda bahwa kau merasa bahwa kau telah memiliki jabatanmu sepenuh diri.
Kedua, dengan keputusanmu untuk memberi seluruh kekuasaanmu di Irak ini hanya dengan dua gelas, pertanda bahwa kau masih terpengaruh dengan kekeringan, kesusahan dirimu. Sementara banyak rakyatmu yang mungkin lebih ber-dahaga darimu.
Hikayat diatas paling tidak bisa memberikan kita sebuah harapan terhadap pemimpin Sumatera Utara kedepannya. Bahwa apatisme rakyat masih bermain tajam di tengah otoritas demokrasi di bangsa ini. Mau tidak mau, pemenang pemilukada Daerah Sumut tahap pertama lalu adalah Golput. Hal ini adalah indikasi besar bahwa masyarakat secara luas tidak merasakan pengaruh yang besar terhadap kepemimpinanya. Disamping besarnya peran media yang meng-audit secara tajam pula tentang kinerja pemerintahan Daerah secara menyeluruh.
Untuk itu pula kita bisa menitipkan pesan hangat menjelang kepemimpinannya nanti, dan teguran hangat sebelum memimpin nantinya. Mungkin, hikayat di atas tidak cukup menjadi referensi yang tangguh untuk memberikan contoh dan harapan tentang sebuah kepemimpinan, tapi paling tidak, hikayat di atas bisa jadi bahan renungan dan selanjutnya bahan saduran memimpin Daerah Sumut kedepannya.
Pertama, siapapun pemimpin Daerah Sumut kedepannya, jadilah seorang pemimpin yang “menangis”, menangis jika anda lupa bahwa kepemimpinan itu adalah amanah. Tidak ada satu alasanpun yang bisa menggadaikan kepemimpinanmu jika itu adalah tindakanmu secara pribadi. Yang memimpin itu adalah ke-amanahmu yang dipercayai rakyat, bukan dirimu secara pribadi. Jadi lepaskanlah ketergantunganmu terhadap kekuasaan yang sedang kau pegang dengan kebutuhan dirimu secara pribadi.
Betapa naifnya seorang pemimpin jika ia merasa bahwa kekuasaan yang sedang ia pegang itu membuatnya hebat di semua tempat, tapi jadikanlah kekuasaanmu sebagai batu acuan untuk mencari tahu seberapa besar rakyat menggantungkan harapan terhadap kekuasaanmu.
Kedua, jadilah pemimpin yang melupakan diri sendiri. Maksudnya, lupakanlah dirimu dengan segala jabatan yang sedang kau pegang, karena ketika jabatan itu kau pikul, sebenarnya kau sedang berusaha mempertahankan kepercayaan rakyat ketikan memilihmu, untuk itu tabulasi-lah keinginan rakyat itu, lalu kerjakanlah dan wujudkanlah. Ingat, jabatan yang kau pegang itu bukan sarana untuk mewujudkan keinginanmu secara pribadi , tapi jabatan itu adalah wujud dari kelayakanmu menjadi pemimpin untuk mewujudkan keinginan masyarakat yang sedang kau pimpin.
Ketiga, jadilah pemimpin yang elastisformalistis (istilah dari penulis). Elastic menghadapi besar dan ragamnya keinginan dan harapan rakyat, ke-elastisan itu akan membuatmu selalu berfikir lalu bertindak untuk menentukan kebijakan yang ber-maslahat. Ingat, tidak semua hal ter-adili hanya dengan sesuatu yang sifatnya formalistic tetaplah menjalankan aturan dan perundang-undangan yang berlaku, hal itu membuatmu menjadi orang yang disiplin dan patuh aturan. Sebab manusia yang bijak adalah manusia yang patuh aturan.
Setidaknya ketiga masukan inilah yang harapannya bisa menjadi bahan renungan, kajian dan terus awalan untuk pemimpin Daerah Sumut ini kedepannya. Lebih jauh, kita jiuga bisa melihat konsep yang ditawarkan Muhammad Iqbal dalam bukunya Fiqh Siyasah, bahwa ada beberapa kriteria pemimpin yang ideal :
1.                   Prinsip kedudukan manusia di bumi. Manusia ketika hendak menjadi pemimpin di dunia, harus benar-benar menyadari apa kedudukannya dan fungsinya di dunia ini. Hal ini tentunya berkaitan dengan nilai-nilai ketauhidan yang harus menyadari bahwa diatas kepemimpinan diri ada yang lebih memimpin dan menguasai, yaitu Allah SWT. Proses penyadaran diri terhadap fungsi dan kedudukan ini akan menghilangkan rasa tinggi hati, curang, merasa kuat dan menghindarkan diri dari segenap kebijakan yang sifatnya diskriminatif terhadap kebutuhan rakyat banyak.

2.                   Prinsip kekuasaan sebagai amanah. Pemimpin yang ideal sesungguhnya mengawali kepemimpinannya dari keinginan masyarakat luas untuk menjadikannya sebagai pemimpin sebab telah mengetahui sejauh mana kapabilitasnya jika orang tersebut menjadi pemimpin. Optimisme untuk menjadi seorang pemimpin. Optimisme untuk menjadi seorang pemimpin harus didasari dari prinsip amanah dan tanggung jawab. Kepemimpinan yang dipikul adalah sebuah tanggung jawab yang harus dipertanggung jawabkan secara sempurna dihadapan masyarakat.

3.                   Prinsip penegakan keadilan. Seseorang pemimpin kedepannya harus benar-benar yang memiliki I’tikad dan program kerja yang adil dan memberikan keadilan. Tidak diskriminatif dan menjalankan amanat Undang-undang yang berlaku. Miskin, kaya. Pejabat dan masyarakat bisa bukan menjadi ukuran dalam bertindak dan memutuskan perkara. Pemimpin yang tidak “mempelintir” nilai keadilan menurut kehendak hatinya. Namun keadilan yang memang dimaksud dalam nilai-nilai keislaman.

4.                   Prinsip amar ma’ruf nahyi munkar. Seorang pemimpin harus konsisten terhadap nilai amar ma’ruf nahyi munkar. Tidak menyeleweng untuk mengkondisionalkan bagaimana tipologi amar ma’ruf menurut kehendak hatinya. Namun tetap mengukur amar ma’ruf dari nilai-nilai yang tertuang dalam Al Qur’an dan Sunnah.

5.                   Prinsip profesionalisme, akuntabilitas dalam pengisian jabatan pemerintahan. Seorang pemimpin harus mampu memilih rekan kerjanya dengan benar-benar melihat fungsi dan kapabilitasnya. Tidak nepotisme tanpa keahlian dalam bidang-bidang tertentu. Dan tidak pula otoriter dalam menentukan kebijakan. Seorang pemimpin harus mampu agresif dan efektif dalam menentukan kebijakan yang akan dilakukan.
6.                   Setidaknya ada 5 prinsip penting dari banyak prinsip yang harus dikedepankan untuk menjadi seorang pemimpin. Begitu juga dengan masyarakat luas yang bakal mencari dan memilih siapa pemimpin Daerah Sumut masa depan. Seorang pemimpin harus benar-benar siap secara lahir batin untuk menjadi seorang pemimpin yang benar.

Tanpa perilaku dan kebijakan yang sifatnya “dadakan dan tumbenan” jangan sampai obral janji jangan sampai terkesan menjadi pemimpin yang “munafik” yang berlainan antara ucapan, janji-janji dengan perbuatan dan kebijakan pasca menjadi pemimpin. Semoga Daerah Sumut ini lebih baik kedepannya ***


Sumber : Analisa Halaman 28, Jumat 18Mei 2012

Sabtu, 20 Oktober 2012

RAFLI

Aneuk Yatim download
Asai Nanggroe download
Ainal Marziah download
Ateh Bawah download
Blang Padang Masya download
Bungong Nanggroe download
Dara download 
Do'a download
Hana Loen Sangka download
Hana Meuriti Banja Tan Saban download
Hoom download
Hoka Raja Loen download 
Hasan Husein download 
Husein Syahid download
Jak meudikee download
Jasa Poma download
Kembali download
Krueng Daroy download
Kutidhing download
Lahawla download
Merpati Putih download
Munkar Wanankir download
Mumang download
Mon Hayati download 
Nabi Adam download
Nafsu download
Nyak Biet Beusaheh download
Payong Nabi download
Perahu download
Peusapeu Padan download
Peulara Lidah download
Peusaboh Hatee download
Ranup download
Sepasang Lembu Tua download
Seulanga download
Seulanga (Akustik) download
Saleum Aneuk Nanggroe download 
Sibijeeh Mata download
Sukee 300 download
Surga Firdaus download
Ubat Hatee download
Yaa Rabbana download

ASAL MULA AYAM WALIK (MANOEK BALEK)
Oleh : Marda Ridhovin

Selamat berjumpa kembali sobat, pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan sebuah dongen asal muasal manoek balek (ayam balik / ayam walik) sebagi hiburan atau sebagai rasa untuk melepaskan suntuk saya di kantor karena sedang sepi tidak ada pengunjung, cerita ini bukanlah kenyataan tapi hanyalah hayalan semata dari saya. Bagai mana ceritanya??? Simak saja di bawah ini.

Dahulu kala di sebuah pegunungan lhee sagoe (tiga segi) tepatnya dihutan rimba yang sangat luas dan lebat hutannya di wilayah Aceh, disana terdapat sebuah pedesaan yang dinamakan dengan desa angen-angenan (angin-anginan), desa tersebut diberi nama demikian karena sering terjadinya angin badai yang selalu melanda desa itu. Di desa angen-angenan hidup sekelompok binatang yang bernama ayam dengan status bisa dimakan.

Sekelompok ayam didesa itu hidup dengan sangat rukun dan selalu berdampingan alias saling ketergantungan satu samalainnya, sekelompok ayam tersebut dipimpin oleh seekor ayam jantan yang sangat bijaksana dan selalu melindungi kelompoknya, dia juga disegani oleh ayam-ayam lain. Mereka setiap hari semua bekerja mencari rezeki makan dan minum dan juga kebutuhan sehari-hari mereka, tetapi didalam kedamaian dan ketentraman hidup, mereka selalu mendapat tekanan dari beberapa ekor musang yang tidak lain tidak bukan adalah musuh mereka.

Setiap kali ada ayam-ayam yang bertelur setelah menetas para musang datang untuk meminta salah satu anak ayam yang akan dijadikan santapan lezat para musang setelah anak ayam itu berusia satu bulan. Ketika itu, induk ayam dari anak ayam yang dipilih oleh musang cuma memiliki seekor anak yang menetas dari 7 butir telur yang dia eram, musibah itu dia alami karena terjadinya gempa yang dahsyat sehingga mengakibatkan dari 6 butir telurnya tidak dapat menetas lagi.

Induk ayam tersebut memberikan perlawanan terhadap musang yang mendatangi dia, dia tidak ingin anaknya untuk dijadikan korban kelaparan mereka karena dia cuma memiliki seekor anak, namun para musang tidak perduli dan terus meminta anaknya untuk dijadikan santapan, tidak hanya perlawanan mulut yang mereka lakukan, induk ayam yang berusaha mencegah agar anaknya tidak diambil oleh para musang juga berusaha menghajar musang-musang itu, tapi sayang perlawanannya berbuahkan sia-sia karena induk ayam itu tidak dapat mengalahkan para musang, karena merasal kesal dengan ulah ayam itu musang mengancam jika induk ayam itu tidak mau memberikan anaknya mereka akan memakan keduanya dan yang pertama kali akan dimakan adalah anaknya sebagai menu pembuka agar induk ayam tersebut menjadi menderita saat melihat anaknya disantap para musang, setelah anaknya dimakan barulah dia induknya dijadikan sebagai menu penutup oleh para musang itu.

Akhirnya induk ayam tersebut punya cara untuk menyelamatkan anak dan dirinya dari ganasnya para musang, ketika itu dia meminta pada para musang untuk membesarkan anaknya sampai dewasa karena dia cuma memiliki seekor anak ayam jantan dan ingin merawat sibuah hatinya yang masih kecil, setelah dewasa dia akan merelakan anaknya untuk dijadikan santapan mereka, merasa takut di tipu oleh induk ayam itu, para musang mengancam akan menyantap seluruh ayam-ayam yang ada didesa angen-angenan itu jika induk ayam itu berbohong pada mereka. Karena dirinya dan anaknya sudah merasa aman untuk sementara waktu, induk ayam tersebut berjanji kepada para musang untuk meyakinkan mereka kalau dia tidak akan berbohong.

Lalu para musang pergi begitu saja meninggalkan induk ayam dan anaknya itu, merasa kebingungan akhirnya induk ayam itupun pergi jauh membawa anaknya agar mereka tidak diketahui lagi keberadaannya oleh para musang. Pemimpin ayam yang saat itu merasa kehilangan seekor warganya mengerahkan seluruh masyarakat desa angen-angenan untuk mencari seekor ayam yang menghilang itu termasuk dirinya juga ikut mencari. Sekian lama mereka sudah mencari sampai berhari-hari tapi induk ayam itu tidak ditemukan, akhirnya pemimpin mereka memberi keputusan bahwa dia sudah dinyatakan tamat oleh binatang buas lainnya.

Setelah beberapa lama waktunya hingga anak ayam itu tumbuh menjadi dewasa sudah menjadi ayam jantan yang sangat perkasa, induk ayam itu teringat akan janjinya kalau dia berbohong kepada para musang itu maka meraka akan melenyapkan semua ayam-ayam di desa angen-angenan, lalu induk ayam dan anaknya kembali kembali kedesa dimana tempat dia menetaskan anaknya dulu, begitu dia kembali semua ayam-ayam itu mengerumuninya dan bertanya kabarnya serta hilang kemana dia dulu, ketika itu induk ayam tersebut bercerita tentang semua apa yang dialaminya sampai akhirnya dia kembali kesitu.

Lalu induk ayam tersebut dan anaknya dihadapkan kepada pemimpin mereka dan menceritakan hal yang sama seperti apa yang dia alami, akhirnya pemimpin mereka memutuskan untuk menggantikan dirinya dengan anak ayam jantan itu sebagai santapan para musang sebagai bukti bahwa dia adalah pemimpin yang selalu melindungi rakyatnya, sebelum dia berhadapan dengan para musang itu dia memberi wasiat kepada seluruh masyarakat didesa itu apabila para musang mau menerimanya sebagai pengganti si ayam jantan itu maka anak ayam jantan itu akan menjadi pemimpin mereka karena dia melihat ayam jantan itu memiliki jiwa pemimpin sama seperti pemimpin mereka yang saat ini.

Tiga hari setelah itu, lalu para musang datang menagih janji induk ayam dulu untuk mengambil anaknya, ayam betinapun menyetujuinya dengan syarat dia ingin menghadap kepada para pemimpinnya terlebih dahulu, sebagai laporan anaknya akan dibawa para musang untuk dimakan. Para musang setuju dan mengantarnya kepada pemimpin ayam-ayam itu, lalu disanalah pemimpin ayam ini melakukan negosiasi dengan para musang untuk membebaskan ayam jantan itu dari perjanjiannya dengan induknya tempo dulu, dia akan menggantikan ayam jantan itu untuk dimakan oleh para musang, lalu dibawanya pemimpin ayam ini kedalam hutan oleh musang-musang yang kelaparan ini dan ayam jantan itupun sudah menerima wasiaat dari pemimpin mereka.

Setibanya di hutan, para musang langsung menerkam leher korbannya dan akhirnya dia langsung terjatuh dan bersimbah darah karena gigitan musang dilehernya, tak lama kemudian setelah pemimpin ayam ini habis dimakan oleh parang musang kembali angin kencang melanda desa angen-angenan, ayam jantan yang baru saja menggantikan pemimpin mereka sebelumnya berusaha mengerahkan seluruh ayam-ayam lainnya untuk menyelamatkan diri, semua ayam-ayam itu berlari ke gua kecil tempat persembunyian mereka sedangkan ayam jantan ini pemimpin baru mereka setelah sibuk menyelamatkan rakyatnya untuk bersembunyi, dia tidak tahu harus bersembunyi dimana karena dia baru mengenal tempat itu, sedangkan ibunya sudah lebih dulu berlari untuk menyelamatkan diri karena anaknya yang minta.

Disaat ayam jantan ini berlari berusaha mencari perlindungan lalu dia diterbangkan oleh angin kencang hingga kepalanya tersangkut di pohon kecil yang bercabang, dan angin terus berhembus dari arah belakang ayam jantan itu sehingga membuat bulu-bulunya yang indah menjadi berdiri dan bebalik arah. Begitu anginnya berhenti bulu-bulunya tidak bisa kembali lagi seperti semula, hingga akhirnya di berkeluarga dan memiliki beberapa keturunan yang bulunya terbalik seperti ayahnya (pemimpin ayam itu), dari situlah manoek balek (ayam balik / ayam walik) ini terus berkembang hingga kepelosok-pelosok desa dan dibudidayakan oleh manusia.

Demikian dulu cerita manoek balek (ayam walik) ini saya kisahkan, didalam cerita ini juga terdapat beberapa pelajaran yang dapat kita ambil tergantung kita sendiri sebagai pembaca yang mengartikannya.